Androgyny Me

Me & My Androgynyous World

The World Unseen (2007)

with one comment

The World Unseen (2007)

The World Unseen (2007)

Film yang mengisahkan cinta diantara dua wanita keturunan India-Afrika Selatan dan diangkat dari novel karya Shamim Sarif (juga sebagai sutradara) ini berlatar belakang tahun 1952, era apartheid (pemisahan ras kulit hitam dan putih) di Afrika Selatan.

The World Unseen (2007)

The World Unseen (2007)

Diawali dengan kemunculan Amina (Sheetal Sheth), pemilik sebuah cafe yang berpenampilan beda dari wanita kebanyakan dimasa itu. Amina yang berpenampilan boyish sering mendapatkan perlakuan rasis dari polisi setempat, karena menganggap seorang keturunan Afrika tidak pantas bekerja di cafe.

The World Unseen (2007)

The World Unseen (2007)

Kemudian alur cerita berganti pada Miriam (Lisa Ray), seorang ibu rumah tangga yang patuh dan taat pada suaminya, Omar (Parvin Dabas). Keduanya tinggal tak jauh dari Cape Town dan memiliki sebuah toko kelontong. Saat bayi mereka lahir, Omar malah berselingkuh dengan iparnya sendiri. Sayangnya, Miriam tidak menyadari perselingkuhan itu.

Suatu hari, Miriam dan Omar beserta saudara mereka yang sedang berkunjung, pergi ke cafe tempat Amina bekerja. Miriam memperhatikan Amina dengan rasa penasaran, keduanya pun akhirnya berkenalan. Omar meminta Amina untuk membuatkan kebun sayur dirumah mereka, Amina pun setuju.

The World Unseen (2007)

The World Unseen (2007)

Keesokan harinya, Amina pun datang untuk membuat kebun. Miriam yang berusaha menjadi tuan rumah yang baik membuatkannya makan siang. Tapi saat Amina memintanya untuk makan bersama Miriam malah menjauh. Saat Omar tak pulang, Miriam mengundang Amina untuk menginap dirumahnya. Malam itu keduanya tak bisa tidur, dan akhirnya mereka pun saling bercerita tentang kehidupan mereka. Semakin hari keduanya pun semakin dekat.

The World Unseen (2007)

The World Unseen (2007)

Pertanyaan dramatis dari film ini adalah akankah Amina berani memperjuangkan cintanya pada Miriam sementara Miriam begitu mencintai keluarganya, dan juga tempat dimana ia tinggal bukanlah tempat yang mudah.

Film ini mampu menyajikan kisah sepotong kehidupan dan cinta epik. Alur drama begitu mengalir, dan film ini juga menggambarkan tentang kekerasan rumah tangga, perkosaan, dan seksisme dalam budaya India sampai pada rasisme dalam masyarakat Afrika Selatan.

Written by androgynyme

January 30, 2012 at 9:19 am

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Walo hanya ada 1 adegan cium, filmnya tetep TOPBGT. Akting keduanya josss!

    storyside

    May 15, 2013 at 8:01 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: