Androgyny Me

Me & My Androgynyous World

Interview bersama Ilene Chaiken

with 5 comments

Interview bersama Ilene Chaiken

Interview bersama Ilene Chaiken


Interview bersama Ilene Chaiken

Menjelang tayangnya serial reality show ‘The Real L Word’ (kemarin minggu sie udah premier di US), AfterEllen.com sempet ngewawancarain Ilene Chaiken yang juga sang creator dari serial tv sukses The L Word. Kabarnya sih Ilene kurang puas sama beberapa cast dari season 1. Karena itu di season 2 ini dia menampilkan orang-orang baru dari bermacam karakter dan latar belakang, yang diharapin bisa bikin acara ini jadi lebih fresh.

The Real L Word Season 2

The Real L Word Season 2

Berikut petikan interviewnya:

AE: Apa yang ngebedain antara Season 1 dan 2?
Ilene Chaiken(IC): Season 2 ini lebih baik dari yang 1. Karena season ini dibuat setelah aku melalui proses pembaruan diri, selain itu juga ini merupakan genre yang baru, dan semua pemerannya baru. Jadi aku ngerasa excited banget dan aku bener-bener bangga. Karena, disini kita bisa ngeliat kalo semuanya beneran nyata bukan cerita yang dibuat, jadi kita bisa ngerasain kalo kita adalah bagian dari kehidupan para pemerannya.

AE: Jadi menurutmu pemeran di Season 1 itu kurang natural dan terbuka?
IC: Menurutku para pemeran di Season 1 udah baik, dan aku berterimakasih sama mereka untuk ikut berpartisipasi. Tapi mereka adalah orang-orang yang udah ‘jadi’, mereka tau mau bersikap seperti apa untuk kehidupan dan karir mereka, dan mengatakan apa yang mereka mau omongin. Kali ini kita memilih pemeran yang baru mau memulai perjalanan hidup mereka.

AE: Kedengarannya kamu lebih terlibat di tahun ini daripada tahun lalu?
IC: Sebenernya sie tahun lalu aku juga cukup terlibat. Cuma disini aku lebih mengerti dan tau kalo ini beda dari pembuatan skrip acara. Aku ngerasa kayak aku tau apa yang aku cari.

AE: Kita udah ngeliat 2 episode pertama, banyak adegan telanjang dan seks, terutama Romi, gimana caranya mencari seseorang yang merasa nyaman beradegan seperti itu?
IC: Mereka semua merasa nyaman kuq, ga cuma Romi aja. Aku suka Romi karena keterbukaannya, ga ada yang perlu disensor darinya.

AE: Seks scenenya bener-bener lebih banyak?
IC: Aku harap ya, coz aku suka seks. Inilah salah satu alasan kenapa tayangan ini ditayangin lewat tv kabel, karena disana kita bisa bebas berkreasi, termasuk seks. Aku ngerasa secara keseluruhan tayangan ini menjadi lebih jujur, maksudku seks hanyalah bagian dari cerita, dan aku pengen cerita itu menjadi hidup, sama seperti saat aku ngerasa emosional secara fisik dan seksual. Aku ngerasa itu udah berhasil ditunjukin.

AE: Siapa penonton ideal menurut kamu? Banyak komunitas LGBT ngerasa ga terwakili tuh?
IC: Aku ga tau tentang komunitas, apa yang mereka bicarain. Banyak kuk yang bereaksi lewat online, mereka orang-orang yang mengunjungi web kami. Perempuan kan punya opini masing-masing. Aku harap sih Season 2 ini mampu mewakili komunitas tersebut, setidaknya mendekati selera mereka. Coz aku bikin acara ini bukan ditujukan untuk sebagian komunitas, aku cuma menyampaikan cerita, dan aku harap itu bisa menarik banyak orang.

AE: Tadi kamu bilang kalo Season 2 ini akan lebih berwarna. Para pemerannya juga tampak lebih bervariasi. Apa itu juga yang menjadi tujuanmu saat casting?
IC: Aku emang selalu mau bikin acara yang beragam dan representatif. Karena menurutku sangat menarik untuk ngomongin orang yang berasal dari berbagai aspek yang berbeda dan mengangkatnya kedalam sebuah cerita. Kita bener-bener cari pemeran yang berasal dari etnik dan secara sosiologi berbeda. Ini sangat menyenangkan buatku saat bertemu dengan orang-orang Afro-Amerika, dari Asia, muda, atau berasal dari kategori sosial ekonomi yang berbeda.

AE: Mengingat kekecewaan kamu sama season 1, terkejut ga waktu tau acara ini diperbarui?
IC: Aku ga terkejut sih. Coz aku emang pengen banget dikasih kesempatan untuk ngebuat lagi. Aku beneran seneng banget saat David Nevins (Presiden Showtime Entertainment yang baru) kasih kesempatan itu. Kami duduk bareng dan ngomongin tentang perasaanku yang agak kecewa karena hasilnya kurang memuaskan (season 1), dan menyampaikan kalo masih ada kesempatan untuk kita memperbaiki.

AE: Saat Season 2 diumumin, banyak orang yang terkejut kalo itu kembali ke L.A. Kenapa memilih kembali ke L.A daripada New York?
IC: Aku pengen ngelanjutin apa yang udah kita mulai, karena itu kita memutusin Whitney tetap bersama kita, dan gimana kelanjutan kisahnya. Sebenernya aku mau bikin versi dari serial ini di tempat lain, dibanyak kota, tapi aku ngerasa kita udah ada dimana-mana.

AE: Menurutmu The L Word berdampak pada representasi lesbian di TV?
IC: Kalo kamu mau ngomongin tentang representasi di TV, itu bakal butuh waktu yang lama, karena menurutku itu sama aja dengan berdiskusi tentang budaya yang sangat luas. Kalo aku liat belum banyak representasi lesbian di TV, bahkan aku sempet berharap bakal ada L Word lain. Meskipun ada secuil bagian dari Grey’s Anatomy yang aku rasa sebagian lahir dari The L Word, termasuk juga pemerannya Jessica Capshaw.

AE: Seandainya kamu bisa memutar waktu, dan membuat The L Word lagi, apa ada yang akan kamu buat berbeda?
IC: Aku bahkan ga tau gimana ngejawab pertanyaan itu, aku ga bisa kembali ke masa lalu dan membuatnya lagi. Aku lebih suka melihat kedepan dan membuat hal lain yang berbeda. Kami berusaha membuat acara yang terbaik semampu kami, dan aku suka bekerja dengan orang-orang disekitarku.

AE: Ketika Season 2 ini berakhir, apa yang kamu harapkan dari penonton?
IC: Aku harap para penonton akan ngerasa kalo kehidupan mereka terefleksi melalui film ini. Dan mungkin sebagian lain penonton akan mendapat pencerahan oleh pengalaman-pengalaman yang tidak terlupakan.

AE: Ada proyek lain yang lagi kamu kerjain?
IC: Aku lagi kerjain hal lain yang aku suka. Aku bekerja sebagai penulis dan juga sebagai produser. Dan ini ga selalu proyek LGBT. Sekarang aku lagi kerjain beberapa proyek LGBT dengan tema yang baru, dan sangat bersemangat dengan itu.

Sumber: http://www.afterellen.com

Interview bersama Ilene Chaiken

Written by androgynyme

June 6, 2011 at 12:57 pm

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. waahhh..jd penasaran ma yang season 2 moga aja emang lbh bagus dr yg 1. ditunggu nich karya2 terbarunya hehe..

    galoverz

    June 7, 2011 at 3:46 am

    • yoi..kemaren emg rada boring
      moga2 season 2 lebih rame…

      androgynyme

      June 7, 2011 at 1:16 pm

      • udah ada dvdnya kah?

        galoverz

        June 9, 2011 at 12:25 pm

  2. hmm belum neh..tp tar dicariin🙂

    androgynyme

    June 9, 2011 at 1:55 pm

  3. […] baru saja dapetin The Real L Word Season 2 Episode 1, dan seperti yg dibilang oleh Ilene Chaiken, sang sutradara, ternyata season 2 ini emang lebih banyak adegan […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: